Martin O’Neill kembali ke Celtic pada momen yang penuh tekanan. Pelatih berusia 73 tahun itu diminta turun tangan sebagai pelatih interim setelah klub memutuskan berpisah dengan Wilfried Nancy. Situasi ini menuntut O’Neill untuk kembali memikul tanggung jawab besar di klub yang memiliki ekspektasi tinggi dari para pendukungnya.

Kepulangannya ke Glasgow bukan tanpa keraguan. O’Neill secara jujur mengakui bahwa ia tidak tahu apakah masih memiliki energi untuk terus melatih setelah musim ini berakhir. Faktor usia dan tuntutan pekerjaan yang sangat intens membuatnya memilih bersikap realistis tentang masa depannya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Meski demikian, O’Neill menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan yang terbaik hingga akhir musim. Ia ingin memastikan Celtic kembali berada di jalur yang benar, terlepas dari keputusan pribadi yang akan ia ambil setelah kompetisi usai.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Keraguan soal Masa Depan, Tekanan Sudah Menanti
Dalam wawancaranya, Martin O’Neill menyatakan bahwa ia sulit membayangkan bertahan lebih lama sebagai pelatih kepala. Ia menekankan bahwa melatih klub sebesar Celtic membutuhkan energi fisik dan mental yang luar biasa, sesuatu yang kini ia pertimbangkan dengan sangat matang.
O’Neill juga menyadari bahwa tekanan akan langsung datang jika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Menurutnya, dunia sepak bola tidak mengenal toleransi panjang, terutama bagi pelatih interim yang datang untuk menyelamatkan situasi klub.
Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap masa depannya akan sangat bergantung pada kondisi dirinya sendiri. Baginya, kesehatan dan kesiapan mental sama pentingnya dengan hasil di atas lapangan, meskipun ia tetap berkomitmen penuh selama masa tugasnya.
Baca Juga: Selebrasi Gol Berujung Mencekam Striker Liga Inggris Nyaris Patah Leher
Posisi Celtic di Klasemen Semakin Terjepit

Situasi Celtic di klasemen Premiership Skotlandia saat ini terbilang rumit. Setelah periode awal yang stabil, performa tim menurun drastis di bawah Wilfried Nancy, dengan enam kekalahan dari delapan laga. Akibatnya, Celtic kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Hearts.
Ancaman semakin nyata karena Rangers juga terus mendekat. Jika Rangers mampu meraih kemenangan atas Aberdeen, Celtic bisa terlempar ke posisi ketiga. Kondisi ini membuat peluang juara menjadi semakin kecil dan menuntut konsistensi tinggi di sisa musim.
O’Neill menyadari betul beratnya tugas tersebut. Ia menyebut perburuan gelar sebagai tantangan besar, namun tetap menekankan pentingnya mental bertarung. Menurutnya, Celtic harus fokus memenangkan setiap pertandingan tanpa terlalu memikirkan hasil tim lain.
Fokus Jangka Pendek dan Perubahan dalam Skuad
Selain fokus pada hasil pertandingan, Celtic juga melakukan beberapa penyesuaian dalam skuad. Klub memutuskan untuk mengakhiri masa peminjaman bek muda Manchester City, Jahmai Simpson-Pusey, yang kini melanjutkan musimnya bersama klub Jerman, Cologne.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi kebutuhan tim. O’Neill ingin memastikan bahwa pemain yang tersedia benar-benar siap menghadapi tekanan tinggi di fase krusial musim ini.
Dengan sisa musim yang penuh tantangan, O’Neill bertekad memaksimalkan potensi pemain yang ada. Terlepas dari ketidakpastian masa depannya, ia ingin meninggalkan Celtic dalam kondisi yang lebih stabil, baik dari segi performa maupun mentalitas tim. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballtodayhd.com.
