Jordi Cruyff: Ada Risiko Lamine Yamal akan Meninggalkan Barcelona

Bagikan

Mantan kepala olahraga Barcelona, Jordi Cruyff, mengenang bagaimana Lamine Yamal nyaris meninggalkan klub di awal kariernya. Ketika itu, Cruyff menjabat sebagai direktur olahraga Barca saat mantan pelatih Xavi Hernandez memutuskan memberi debut untuk Yamal yang baru berusia 16 tahun.

Jordi-Cruyff-Ada-Risiko-Lamine-Yamal-akan-Meninggalkan-Barcelona

“Ada risiko Lamine akan meninggalkan Barca. Kami menunda debutnya sampai kami merasa sudah terikat (dengan kontrak). Dia luar biasa,” ujar Cruyff kepada Sport. Keputusan ini menunjukkan bagaimana klub ingin memastikan pemain muda terbaik mereka tetap aman di Camp Nou.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Cruyff menegaskan bahwa klub telah menyiapkan semua langkah agar Yamal tetap merasa nyaman dan terikat dengan Barcelona. “Klub sudah ada di sana untuk mengurusnya. Saya tidak lagi terlibat,” katanya.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Perlindungan Klub terhadap Talenta Muda

Barcelona memiliki kebijakan ketat dalam mengelola pemain muda berbakat agar tidak mudah direkrut klub lain. Yamal menjadi contoh nyata bagaimana manajemen Barca menyeimbangkan debut awal dengan kepastian kontrak.

Menurut Cruyff, langkah menunda debut bukan berarti meremehkan bakat Yamal, tetapi memastikan bahwa kontrak dan masa depan pemain terlindungi. “Kami ingin dia berkembang dengan aman, tanpa tekanan eksternal yang bisa mengganggu pertumbuhan kariernya,” tambahnya.

Pendekatan ini penting karena talenta seperti Yamal menjadi aset besar bagi Barcelona, baik secara sportif maupun komersial, sehingga klub harus bijak dalam mengelola masa depannya.

Baca Juga: Dean Huijsen Bela Yamal & Vinicius Jr dari Kritikan Berlebihan

Messi Bisa Kembali Kapan Saja

Messi-Bisa-Kembali-Kapan-Saja

Cruyff juga menyinggung kemungkinan kembalinya Lionel Messi, 38, dari Inter Miami. Ia menekankan bahwa pemain legendaris memiliki kebebasan untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Sama seperti ayah saya (Johan Cruyff), Leo Messi adalah seorang bintang. Mereka punya kemewahan untuk memilih kapan pun mereka mau; itulah takdir para pemain abadi, yang benar-benar istimewa,” kata Cruyff.

Ia menambahkan, meski publik penasaran, keputusan terakhir tetap ada di tangan Messi. “Tarian terakhir? Aku tidak tahu apa rencananya, aku tidak bisa menjawabnya, tapi dia pemain yang sangat istimewa mengingat semua arti yang dia berikan untuk kami sejak kecil. Yang jelas, Leo-lah yang menentukan nasib dan masa depannya, kapan dan bagaimana caranya: sama seperti ayahku.”

Warisan Cruyff dan Filosofi Barcelona

Cruyff menegaskan bahwa prinsip pengelolaan pemain muda di Barcelona tetap mengikuti filosofi yang ia anut sejak lama, yakni mengutamakan pengembangan talenta dengan perlindungan penuh.

Yamal adalah contoh nyata keberhasilan filosofi ini, di mana pemain muda bisa berkembang dengan aman sambil tetap diikat oleh klub. Barcelona terus menjaga keseimbangan antara prestasi jangka pendek dan masa depan talenta.

Pesan Cruyff jelas: bakat besar membutuhkan manajemen yang tepat. Dengan dukungan klub, pemain seperti Yamal bisa tetap setia dan berkembang menjadi bintang masa depan, sambil menghormati warisan para legenda seperti Messi dan Johan Cruyff sendiri. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola lainnya hanya di footballtodayhd.com.