AC Milan tengah berharap duet Rafael Leao dan Christian Pulisic segera menemukan performa terbaik mereka. Kedua pemain ini dikenal memiliki potensi besar, tetapi sejauh musim ini, penampilan mereka masih inkonsisten. Salah satu dari keduanya sering mengalami cedera atau masalah kebugaran yang membatasi kontribusinya di lapangan.

Meskipun di atas kertas kombinasi Portugal-Amerika Serikat ini sangat menjanjikan, kenyataannya mereka jarang tampil gemilang bersamaan. Pelatih Max Allegri menyadari hal ini menjadi perhatian utama untuk menjaga daya serang tim tetap tajam. Statistik mencatat bahwa duet ini baru menyumbang dua gol saat bermain bersama, angka yang tentu membuat manajemen dan pelatih Milan cukup khawatir.
Allegri pun bertekad menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi keduanya. Dengan persaingan di Serie A semakin ketat, keberhasilan Milan di papan atas sangat bergantung pada produktivitas lini depan, khususnya dari pemain kreatif seperti Leao dan Pulisic.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Produktivitas Gol yang Menurun
Christian Pulisic tercatat belum mencetak gol sama sekali sepanjang tahun 2026. Sementara Rafael Leao baru berhasil membukukan tiga gol sejak pergantian tahun. Penurunan produktivitas ini terasa signifikan, terutama bagi tim sekelas Milan yang mengandalkan lini depan tajam untuk meraih kemenangan.
Dari total 377 menit bermain bersama, kedua pemain hanya mampu menghasilkan satu gol masing-masing. Data ini menunjukkan adanya masalah dalam chemistry di lapangan atau dalam skema permainan yang diterapkan Allegri. Ketidakselarasan ini membuat serangan Milan terkadang lambat dan mudah dipatahkan lawan.
Situasi ini memaksa Allegri berpikir ulang soal strategi. Ia menekankan pentingnya latihan taktik yang fokus pada koordinasi, pergerakan tanpa bola, dan pemahaman peran masing-masing pemain agar duet ini bisa kembali produktif.
Baca Juga: Pertandingan Meksiko Lawan Islandia Tetap Berlangsung Meski Ada Kekerasan Kartel
Solusi Taktis Allegri

Pelatih Allegri kini tengah mencari berbagai opsi untuk membangkitkan kembali performa Leao dan Pulisic. Ia mempertimbangkan perubahan skema, seperti menyesuaikan posisi kedua pemain agar lebih nyaman dalam menyerang dan memanfaatkan kecepatan serta kreativitas mereka.
Selain itu, Allegri juga menyiapkan alternatif lain jika performa keduanya tidak membaik. Nama-nama seperti Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug disebut siap masuk lini depan. Kehadiran pemain pengganti ini akan memberikan fleksibilitas dalam rotasi tim dan menjaga daya serang tetap tajam.
Pendekatan ini bertujuan agar Milan tidak kehilangan ritme permainan dan tetap kompetitif di Serie A. Allegri percaya bahwa kombinasi taktik yang tepat dapat memaksimalkan potensi pemain kunci tanpa mengurangi stabilitas tim.
Masa Depan Milan Tergantung Lini Depan
Keberhasilan AC Milan untuk bersaing di papan atas Serie A sangat bergantung pada ketajaman lini depan mereka. Duet Leao dan Pulisic menjadi kunci, tetapi tim juga membutuhkan cadangan yang bisa memberikan kontribusi gol secara konsisten.
Pelatih Allegri berharap kedua pemain bisa segera menemukan ritme dan chemistry yang ideal. Jika berhasil, Milan diprediksi akan lebih sulit ditaklukkan lawan, terutama dalam laga-laga krusial melawan rival teratas. Sementara itu, fans dan media terus menyoroti performa duet ini.
Tekanan meningkat, tetapi Allegri yakin dengan kombinasi pengalaman, kreativitas, dan latihan intensif, Rafael Leao dan Christian Pulisic dapat kembali menunjukkan kualitas terbaik mereka dan membawa Milan meraih hasil maksimal. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballtodayhd.com.
