Leicester City kini menghadapi situasi sulit di Championship setelah resmi dikenai pengurangan enam poin oleh EFL. Sanksi ini diberikan karena klub dinyatakan melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan (Profitability & Sustainability/P&S) untuk musim 2023/24.

Dewan EFL menegaskan bahwa keputusan ini berlaku segera dan memengaruhi klasemen Championship secara langsung. Saat ini, Leicester menempati posisi ke-20, membuat upaya klub untuk kembali ke kasta tertinggi semakin terhambat.
Pengurangan poin ini terjadi di tengah periode ketidakstabilan klub, yang baru saja kehilangan manajer Marti Cifuentes pada Januari setelah hanya enam bulan memimpin. Leicester juga harus menghadapi tekanan dari suporter dan pihak internal klub terkait masa depan tim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pelanggaran Aturan P&S yang Dilakukan Leicester
Komisi independen yang ditunjuk menilai Leicester telah melanggar ambang batas P&S sebesar 20,8 juta pound selama tiga tahun terakhir hingga 2023-24. Pelanggaran ini terkait laporan keuangan dan manajemen profitabilitas klub.
Selain itu, komisi menemukan bahwa Leicester gagal menyerahkan laporan keuangan tahunan mereka sesuai permintaan Premier League. Hal ini juga menjadi dasar tambahan bagi dewan EFL untuk menerapkan sanksi pengurangan poin.
Keputusan ini menegaskan bahwa setiap klub harus patuh terhadap aturan finansial, bahkan setelah terdegradasi dari Premier League, karena EFL dan Premier League tetap memiliki yurisdiksi untuk menilai kepatuhan finansial mereka.
Baca Juga: Ederson Muncul sebagai Kandidat Kuat Pengganti Casemiro
Tanggapan Leicester City atas Sanksi

Leicester menyatakan kecewa dengan keputusan tersebut dan berencana mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya. Klub menilai pengurangan enam poin “tidak proporsional” dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor meringankan yang telah disampaikan.
Dalam pernyataannya, klub menekankan bahwa sanksi ini dapat berdampak besar pada ambisi olahraga mereka musim ini. Leicester menegaskan akan memanfaatkan waktu yang ada untuk menilai opsi terbaik demi kelangsungan tim dan prestasi di lapangan.
Sebelumnya, Leicester berhasil terhindar dari pengurangan poin untuk dugaan pelanggaran aturan P&S musim 2022-23 setelah banding dikabulkan pada September 2024. Hal ini menunjukkan bahwa klub memang aktif menantang keputusan yang dianggap merugikan.
Dampak Pengurangan Poin terhadap Musim Championship
Dengan pengurangan enam poin, Leicester turun ke peringkat 20, posisi yang mendekati zona degradasi. Hal ini membuat tekanan pada pemain dan manajemen semakin meningkat, terutama untuk menjaga peluang promosi kembali ke Premier League.
Situasi ini juga memunculkan tantangan baru bagi manajemen dalam hal strategi transfer dan pengelolaan keuangan. Klub harus menyeimbangkan kebutuhan tim di lapangan dengan kepatuhan terhadap aturan finansial liga.
Meski menghadapi tekanan, Leicester masih memiliki waktu untuk bangkit. Fans berharap tim dapat menyesuaikan diri dengan sanksi ini dan tetap bersaing di Championship, sembari menyiapkan langkah hukum atau banding jika memungkinkan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballtodayhd.com.
