Barcelona kembali menunjukkan kelasnya saat menaklukkan Real Oviedo dengan skor meyakinkan 3-0 di Camp Nou. Kemenangan ini terasa penting karena membawa Blaugrana kembali ke puncak klasemen La Liga setelah sempat tergeser pada pekan sebelumnya.

Atmosfer stadion dipenuhi antusiasme meski cuaca kurang bersahabat. Pertandingan tidak langsung berjalan mulus bagi Barcelona. Di babak pertama, tempo permainan sempat tersendat dan Oviedo mampu memberikan perlawanan dengan tekanan tinggi. Barcelona terlihat kesulitan menemukan celah, sehingga peluang berbahaya masih sangat terbatas.
Namun segalanya berubah seiring berjalannya waktu. Barcelona mulai menguasai permainan dan menekan pertahanan lawan secara konsisten. Gol demi gol akhirnya tercipta, dengan satu momen istimewa yang menjadi penutup sempurna laga tersebut.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Lamine Yamal dan Gol yang Disebut Bukan dari Bumi
Sorotan utama pertandingan ini tertuju pada Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu mencetak gol ketiga dengan aksi spektakuler yang langsung mengundang decak kagum. Di tengah hujan deras dan kilatan petir, Yamal menghadirkan momen magis yang sulit dilupakan.
Pelatih Real Oviedo, Guillermo Almada, secara terbuka memberikan pujian setinggi langit. Ia menyebut Yamal sebagai pemain yang berada di level berbeda, bahkan menggambarkannya seperti berasal dari galaksi lain. Pujian tersebut mencerminkan betapa luar biasanya kualitas sang pemain.
Gol ini menjadi gol ke-11 Yamal di musim ini. Meski usianya masih sangat muda, ia terus membuktikan diri sebagai pemain penentu dalam pertandingan besar, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola Eropa.
Baca Juga: Nottingham Forest Tahan Imbang Arsenal Arteta Soroti Penyelesaian Akhir
Perspektif Berbeda dari Hansi Flick

Meski terkesan dengan gol indah tersebut, pelatih Barcelona Hansi Flick memiliki pandangan yang lebih luas. Menurutnya, kontribusi Yamal tidak hanya diukur dari gol, tetapi juga dari kerja keras tanpa bola yang berdampak langsung pada tim.
Flick menyoroti peran Yamal dalam proses gol pertama. Tekanan agresif yang dilakukan Yamal membuat Barcelona mampu merebut bola di area berbahaya dan membuka kebuntuan. Bagi Flick, momen itu justru menjadi titik balik pertandingan.
Pendekatan ini menunjukkan filosofi Flick yang menekankan kerja kolektif. Ia ingin para pemain mudanya, termasuk Yamal, memahami bahwa kontribusi tim sering kali dimulai dari hal-hal sederhana seperti pressing dan disiplin posisi.
Kembali ke Puncak di Tengah Jadwal yang Melelahkan
Kemenangan atas Oviedo mengantarkan Barcelona kembali ke posisi teratas klasemen La Liga. Namun Flick menegaskan bahwa hasil ini bukan tanda kebangkitan besar, melainkan buah dari kerja keras di tengah jadwal yang sangat padat.
Ia mengakui timnya tidak tampil di level terbaik, terutama di babak pertama. Oviedo bermain tanpa beban dan berani menekan, membuat Barcelona harus bekerja lebih keras untuk mengendalikan permainan.
Di babak kedua, performa Barcelona membaik seiring meningkatnya intensitas dan fokus. Flick juga menyinggung faktor kelelahan akibat perjalanan dan minimnya waktu istirahat. Meski demikian, tiga poin tetap menjadi modal berharga untuk menjaga momentum di persaingan La Liga. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballtodayhd.com.
