Roy Keane Sentil Budaya Orang Dalam di Man United Hasilnya Nihil

Bagikan

Legenda Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik keras terhadap keputusan klub menunjuk Darren Fletcher dan Jonny Evans dalam struktur kepelatihan tim utama. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di FOOTBALL TODAY.

Roy Keane Sentil Budaya Orang Dalam di Man United Hasilnya Nihil

Keputusan ini muncul setelah pemecatan Ruben Amorim dan pengangkatan Michael Carrick sebagai manajer interim. Keane menilai Manchester United terlalu sering mengandalkan figur internal atau mantan pemain, alih-alih profesional berpengalaman di level tertinggi. Menurutnya, keputusan tersebut lebih didorong oleh nostalgia dan kedekatan dengan klub daripada kemampuan nyata untuk membawa tim meraih hasil.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Keane mempertanyakan kapasitas Evans dan Fletcher. Ia menyoroti bahwa Evans baru meninggalkan jabatan sebagai kepala peminjaman pemain beberapa minggu lalu, sementara Fletcher hanya memimpin dua laga sebelum digantikan Carrick. “Apa yang sudah dilakukan Jonny Evans sampai pantas menjadi pelatih tim utama Manchester United?” ujar Keane dengan nada sinis.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Narasi Orang Dalam vs Kompetensi

Keane menegaskan bahwa pendekatan ‘orang dalam’ seringkali tidak membawa hasil yang diharapkan. Fletcher, meski mengenal kultur klub, hanya mampu meraih hasil imbang melawan Burnley dan kalah dari Brighton. Menurut Keane, kenal dengan staf akademi atau mantan pemain legendaris tidak otomatis membuat seseorang sukses memimpin tim utama.

Sindiran Keane cukup pedas “Mungkin dia juga kenal pegawai kantin, menelepon Ferguson untuk bertanya kaus kaki apa yang harus dipakai pagi hari. Tapi bagaimana hasil dua pertandingan itu?” Kata-kata ini menekankan bahwa hubungan personal tidak bisa menggantikan kompetensi profesional di lapangan.

Lebih jauh, Keane menilai sistem orang dalam mencerminkan kurangnya visi jangka panjang. Klub yang mengandalkan nostalgia dan koneksi lama kerap kehilangan arah dalam membangun tim yang kompetitif di era modern sepak bola.

Baca Juga: Kembali ke Celtic di Masa Sulit, Martin O’Neill Hadapi Tantangan Emosional

Terjebak Masa Lalu

Roy Keane Sentil Budaya Orang Dalam di Man United Hasilnya Nihil

Menurut Keane, Manchester United saat ini masih terjebak pada romantisme masa lalu. Klub sering menunjuk mantan pemain atau staf internal karena sejarah atau loyalitas mereka, bukan karena mereka memiliki pengalaman kepelatihan yang mumpuni.

Situasi ini, menurut Keane, membuat hasil di lapangan stagnan. Pendukung MU pun merasa frustrasi karena performa tim tidak mencerminkan potensi yang ada, sementara keputusan manajemen tampak lebih simbolis daripada strategis.

Keane menekankan bahwa keberhasilan tim tidak bisa hanya mengandalkan figur yang dikenal atau dicintai klub. Kompetensi, visi taktik, dan pengalaman nyata di level elite harus menjadi prioritas utama.

Tekanan untuk Carrick dan Staf Baru

Kritik pedas Keane menambah tekanan bagi Michael Carrick, yang kini memimpin tim dalam periode sulit. Bersama stafnya, termasuk Evans dan Fletcher, Carrick dituntut membuktikan bahwa keputusan manajemen bukan sekadar nostalgia, melainkan langkah strategis untuk membangkitkan MU.

Carrick harus menghadapi tantangan besar, termasuk memperbaiki konsistensi permainan, memulihkan moral pemain, dan menata struktur tim agar lebih disiplin. Keberhasilan di sisa musim akan menjadi bukti nyata bahwa budaya orang dalam tidak selalu identik dengan hasil nihil.

Keane menegaskan bahwa Manchester United perlu berani membuat keputusan berdasarkan kompetensi, bukan kenangan masa lalu. Hanya dengan pendekatan profesional, tim bisa kembali bersaing di papan atas Liga Inggris dan kompetisi Eropa. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballtodayhd.com.